CEO GROUP |BANDUNG – Menindaklanjuti hasil Kunjungan Kerja Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) III/Siliwangi ke Posko Satuan Tugas Citarum Harum pada 2 Oktober 2026, berbagai pihak memperkuat koordinasi dalam penanganan limbah kotoran hewan ternak sebagai bagian dari upaya penanggulangan pencemaran dan kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum.
Koordinasi tindak lanjut penanganan limbah kotoran hewan ternak tersebut dilaksanakan pada Kamis, 8 Oktober 2026, pukul 08.30 hingga 12.00 WIB, bertempat di Ruang Bos Sondaicus, Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat, Jalan Ir. H. Juanda No. 358, Dago, Kota Bandung.
Kegiatan ini menjadi forum koordinasi lintas sektor untuk menyatukan langkah dalam menangani limbah peternakan, khususnya di wilayah Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat. Dalam forum tersebut, dinas yang membidangi fungsi peternakan di masing-masing wilayah diminta memaparkan kondisi serta langkah penanganan limbah kotoran hewan yang telah dilaksanakan.
Koordinasi melibatkan unsur Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Bandung, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, Satuan Tugas Citarum Harum, koperasi persusuan, serta kelompok ternak dan tani.
Dari unsur Satgas Citarum Harum, kegiatan diikuti oleh Komandan Satgas Citarum Harum, Komandan Sektor 1, Komandan Sektor 5, Komandan Sektor 8 beserta Dansub Parongpong dan Dansub Lembang, serta Sekretaris Sekretariat Satgas Citarum Harum.
Keterlibatan berbagai koperasi persusuan seperti KPSBU Lembang, KPBS Pangalengan, KUD Puspa Mekar, KUD Sarwa Mukti, Koperasi Mitra Jaya Mandiri, KUD Pasir Jambu, dan KPMMP menjadi bagian penting dalam membangun pola penanganan limbah yang dapat diterapkan secara berkelanjutan di tingkat peternak.
Selain itu, sejumlah kelompok ternak dan tani dari Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat turut dilibatkan. Kehadiran para pelaku peternakan diharapkan dapat memberikan gambaran langsung mengenai kondisi pengelolaan limbah di lapangan sekaligus menjadi bahan untuk menyusun langkah tindak lanjut yang lebih terpadu.
Dansektor 8 Satgas Citarum Harum Kolonel Inf Masrief menegaskan bahwa penanganan limbah kotoran hewan ternak membutuhkan sinergi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, Satgas Citarum Harum, koperasi, hingga para peternak.
«“Penanganan limbah kotoran hewan ternak tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan koordinasi dan sinergi antara pemerintah, Satgas Citarum Harum, koperasi, kelompok ternak, serta masyarakat agar limbah dapat dikelola dengan baik dan tidak menjadi sumber pencemaran lingkungan,” ujar Kolonel Inf Masrief.»
Sementara itu, Wadansektor 8 Satgas Citarum Harum Kapten Inf Iyet Saryana menyampaikan bahwa langkah penanganan di lapangan perlu diarahkan tidak hanya untuk mengurangi potensi pencemaran, tetapi juga mendorong pemanfaatan limbah peternakan menjadi sesuatu yang bernilai guna.
«“Kami mendorong agar penanganan KOHE dilakukan secara terpadu, mulai dari pengumpulan, pengolahan hingga pemanfaatannya. Dengan pengelolaan yang tepat, limbah peternakan dapat memberikan manfaat bagi peternak sekaligus membantu menjaga kebersihan lingkungan dan kelestarian DAS Citarum,” ungkap Kapten Inf Iyet Saryana.»
Melalui koordinasi tersebut, diharapkan tercipta kesamaan langkah dan komitmen bersama dalam membangun sistem pengelolaan limbah peternakan yang lebih efektif, berkelanjutan, serta mendukung percepatan program Penanggulangan Pencemaran dan Kerusakan (PPK) DAS Citarum.***

0 Komentar